Jadi Mahasiswa Berprestasi, Alumnus Kampus Ternama ini Diduga Lecehkan Belasan Korban Wanita..


Media sosial dihebohkan dengan kabar seorang alumus universitas swasta ternama di Yogyakarta diduga sebagai pelaku pelecahan kepada sejumlah mahasiswi. Kasus ini diungkap oleh @uiibergerak di Instagram, kemudian viral setelah diunggah kembali di Twitter oleh @Inddwrhy.

Pelaku Berinisial IM ini dikenal dengan sikapnya yang sopan dan cerdas, ia bahkan melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri. Akun itu juga mengatakan bahwa IM adalah sosok yang cukup dibanggakan oleh universitas.

@Inddwrhy mengungkapkan bahwa modus IM menjerat korbannya dengan tipu muslihat melalui pesan singkat di aplikasi.

IM memanfaatkan pesona popularitasnya sebagai mahasiswa berprestasi, modus yang IM menjaring korbannya melalui komunitas suatu acara kemudian ia akan melakukan kontak secara intim terhadap korban.

IM melakukan berbagai pelecehan seksual seperti pelecehan secara verbal, melalui video call nan vulgar.

Bahkan menurut akun itu, IM tidak segan untuk membahas hal pribadi seperti kehidupan serta pengalaman seksualnya pada korban. Kini tercatat jumlah korban dari IM mencapai 30 orang.

Cuitan itu viral setelah memperoleh 5,600 retweets serta 15, 200 likes.


Melihat twit tersebut warganet ramai memberikan komentar, mereka mengaku kaget sebab IM dikenal dengan sosok yang agamais dan berprestasi.


Sebagian warganet meminta masyarakat khususnya wanita untuk lebih waspada terhadap berbagai modus pelecehan atau kekerasan yang dapat mengancam mereka.


Laporan pertama diterima dari seorang korban berinisial Z, ia merupakan mahasiswi UII angkatan 2012 sama dengan IM.

Pada April lalu mereka berbincang di aplikasi pesan (DM) Instagram sebagai kawan lama, obrolan mereka pun berlanjut hingga ke aplikasi pesan WhatsApp. Tidak lama setelah mengobrol, Z terkejut dengan IM yang mengirimkan kalimat vulgar bahkan ia diminta untuk melakukan sejumlah pose yang tidak etis.

Z tidak terima dan mulai menyuarakan pelecehan yang diterimanya melalui Instagram Story, tidak disangka ternyata kisah Z ini banyak ditanggapi oleh rekannya yang lain. Mereka bahkan mengatakan bahwa IM telah menjalankan aksi serupa selama dua hingga tiga tahun belakangan.

Selain kasus Z, IM ternyata banyak menjerat korban yang mayoritas merupakan juniornya di kampus. Kepopuleran IM membuatnya memiliki banyak penggemar terutama dikalangan mahasiswi.

Berdasarkan laporan sejumlah korban, IM juga menggunakan modus menjual buku TOEFL. Korban yang hendak membeli buku padanya itu harus datang langsung ke rumah kost IM, dari sana pria tersebut kerap melancarkan aksinya untuk mendekati korban.

Dari pendataan yang dimiliki oleh Aliansi UII Bergerak bersama LBH Yogyakarta ini, pelecehan seksual yang dilakukan IM rentang waktu 2016 – 11 April 2020.

View this post on Instagram

PENGGALANGAN DUKUNGAN SOLIDARITAS ANTI KEKERASAN SEKSUAL DI UII. . Sikap ini adalah bentuk penggalangan dukungan dan belum bersifat final. Mengingat bahwa belum ada dukungan dan tindakan dari kampus. Tak menutup kemungkinan akan ada tambahan tuntutan. Mengingat, ada banyak korban dan belum terkumpulnya data kejadian. Tuntutan yang kita buat dianalisa berdasarkan kondisi mendesak yang dibutuhkan hari ini. . Sudah ada sekitar 35 organisasi dan lebih dari 100 orang yang menyatakan sikap secara individu untuk mendukung solidaritas. Jumlah ini kemungkinan besar bisa bertambah. . Terimakasih untuk seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung solidaritas anti kekerasan seksual di UII. . Kami Bersama Penyintas!!! Speak Louder!!! . #kamibersamapenyintas #lawankekerasanseksual #lawanpelecehanseksual #tindaktegaspelakukekerasanseksual #semogaallahmengampuniuii

A post shared by UII BERGERAK (@uiibergerak) on



Setelah kasus ini viral, pihak universitas telah menentukan sikap dengan mencabut gelar mahasiswa berprestasi yang diberikan oleh kampus kepada IM pada 2015 lalu. Pencabutan gelar itu usai kampus memperoleh keterangan dari beberapa korban serta pernyataan IM.

UII juga mendorong IM untuk menunjukkan itikad baik dan bertindak kooperatif dalam kasus ini.

Pada Kamis 30 April 2020 lalu, IM sempat memberikan klarifikasi melalui Instagram pribadinya. Ia membantah seluruh tuduhan yang ditunjukkan kepadanya mengenai pelecehan seksual. IM merasa tidak memiliki ruang yang cukup untuk klarifikasi atas tuduhan pelecehan itu.

Kini IM tengah berada di Australia untuk menyelesaikan pendidikannya.

“Bahkan sebelum pemberitaan menyebar, tidak ada satu pun pihak yang menghubungi saya, meminta klarifikasi, atau tabayyun. Sehingga ketika berita tersebar secara cepat dan masif, saya tidak punya kesempatan untuk membela diri,” tulis keterangan IM dalam unggahannya.