Pernikahan Cuma Bertahan 12 Hari, Wanita Ini Ditinggal Suami Tanpa Alasan hingga Ingin Bunuh Diri


Seorang wanita muda 23 tahun terpaksa pakai helm dan masker keluar rumah menahan rasa malu. Ya, wanita asal Malang bernama Naima Maheswari itu berbagi kisah pilu tentang pernikahannya yang hanya bertahan 12 hari. Nay, panggilannya, sengaja membagikan ceritanya ke netizen hanya karena butuh support system.

Nay pun terpaksa menuangkan curahan hatinya ke media sosial karena belakangan merasa tak semangat hidup. Ia mengaku sempat merasa 'tertelanjangi' oleh cibiran-cibiran di sekitarnya.

"Beberapa waktu terakhir aku ngerasa lelah banget sama hidup,sempet ngerasa ter'telanjangi'oleh setiap keluar dan bertemu orang yang mengerti tragedi ini. 'Itu lho cewek yang nikah cuman 12 hari','enggak kasihan orang tuanya apa nikah dibikin mainan,'" tulis Nay di akun Twitter-nya.

Ia cerita, dari awalnya suka banget keluar rumah, sekarang tiap keluar pakai masker dan helm dari dalam rumah. Setiap ke mana-mana, Nay selalu jadi bahan perhatian. Ia ditatap aneh dan suara bisik-bisik yang ia sendiri tahu apa bahasannya.

Nay, ingin membuat thread tersebut agar menjadi bahan pembelajaran bagi netizen, pembaca. Ia pun enggan memakai identitas palsu agar netizen yang sewaktu-waktu bertemu dengannya tak ragu untuk menyapa.


Singkat cerita, Nay menikah dengan suaminya pada 13 Desember 2019. Sebelumnya Nay kenal dengan suaminya melalui temannya sejak 2018. Lalu, hubungan mereka semakin intens lewat chat dan video call.

Sampai pada 20 April 2019, sang suami bukannya 'menembak' untuk berpacaran malah mengajak nikah. Di awal, Nay masih setengah tidak percaya.

"Tapi diluar ekspektasi dia justru bilang..'Enggak,aku udah bosen pacaran. Kita udah deket kan selama ini', 'Lah terus apa dong?' Jawabku yang emang enggak ada pikiran sama sekali bakal ke sana,'" tulis Nay.

"'Ayok nikah..aku sudah yakin dan aku sudah bilang orang tuaku kalau dalam waktu dekat aku bakal ngelamar anak orang,'" sambungnya.

Nay pun mengangguk, tanda ia menerima pinangan sang suami. Tak lama setelah hari tersebut, sang suami dan keluarganya bertamu dan melamar secara resmi dan tertutup. Waktu penentuan tanggal pun, ia dibikin kaget karena jaraknya enggak terlalu lama, hanya delapan bulan.

Nay dan suami sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari memilih gaun, jas, hingga foto prewedding. Hingga H-30, ada beberapa masalah yang tidak diduga-duga. Keduanya bertengkar hebat, dan sejak itu Nay baru mengetahui watak dari suaminya.

"Sampe di H-10 aku nemuin sesuatu di handphone dia. Chat dia sama kakak iparnya (istri dari kakaknya dia). Ternyata dia tidak memandangku dengan baik.." tulis Nay.

Suami dan iparnya itu membicarakan pekerjaan Nay. Nay yang berprofesi sebagai guru rupanya memiliki jadwal yang bentrok dengan salah satu rangkaian acara. Ia pun memilih bungkam dan coba menghilangkan semua pikiran negatif.

Sampai tiba hari H, prosesi pernikahannya berjalan lancar. Nay akhirnya mencari guru lain untuk menggantikan dirinya mengajar. Namun, masalah tak sampai situ saja.

Pernikahan Nay dan suami memakai adat Jawa, jadi ada prosesi sebelum dan sesudah menikah. Tiba saatnya mengantar seserahan (sepasaran), mertua malah tidak memberikannya seserahan.


"Di situ mama aku udah ngerasa aneh cuman aku tahu beliau lebih milih mendam karena enggak mau ngerusak suasana bahagia," tulis Nay.

Hari-hari Nay jadi kelam ketika hubungan dengan suaminya makin hampa. Suaminya masih membicarakan Nay dengan iparnya. Nay pun sampai kepikiran dan insecure dengan bentuk tubuhnya yang curvy.

Hati Nay makin hancur ketika suami tak memberi perhatian padanya ketika sakit. Nay malah dijemput oleh orang tuanya. Dari situ lah, ia menceritakan semua yang dialami setelah menikah.

Tak tahan melihat putrinya, sang ayah akhirnya menemui paman dari suaminya. Jawaban dari suaminya malah mengecewakan sang ayah.

"Dan pas dia ditelepon omnya, dia cuman bilang. 'Maaf.. aku ga bisa nerusin pernikahan ini'. (Astaghfirullah .. ). Pas Ayah dengar itu Ayah langsung bilang kalau memang seperti itu ya sudah,tolong selesaikan sendiri dia dengan keluarga anda. Anak saya, saya masih kuat ngurus," tulis Nay.

Hingga kini, Nay dan keluarga masih menunggu itikad baik suaminya untuk mengembalikan Nay ke orang tua.